SELAMAT DATANG DI OFFICIAL WEBSITE

BADAN EKSEKUTIF MAHASISWA PPNS

Home / BERITA / Kajian Maritim Tol Laut

Kajian Maritim Tol Laut

KAJIAN TOL LAUT

KAJIAN MARITIM TOL LAUT

Kementerian Sosial Politik pada Selasa, 8 Desember 2015 telah melaksanakan kajian untuk semua KM PPNS. Acara ini juga mengundang pembicara yang cukup ahli dalam bidangnya. Pembicaranya yaitu Prof. Daniel M. Rosyid PhD, M.RINA sebagai DEKAN FTK ITS, Ir. Pratomo sebagai PPNS Lecture, Imran Ibnu Fajri sebagai Presbem ITS 14/15. Acara ini dilaksanakan di Ruang Teater dibuka dengan sambutan oleh Pak Projek Priyonggo S L ST,MT.

Jakarta, Rabu (4/11/2015), diresmikannya peluncuran Tol Laut di Terminal Penumpang, Pelabuhan Tanjung Priok oleh Menteri Perhubungan Ignasius Jonan bersama dengan Menteri Perdagangan Thomas Lembong Tol laut merupakan program nasional Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) yang dilatarbelakangi karena adanya disparitas harga yang cukup tinggi antara wilayah barat dan timur. Konsep tol laut adalah menghubungkan pelabuhan-pelabuhan di Indonesia dengan kapal.

Pembicara pertama kemarin yaitu  Imran Ibnu Fajri Presbem ITS 14/15 membahas beberapa poin penting:

1. Negara kita adalah negara maritim yg dahulunya kita didekte oleh negara luar agar berpaham negara agraris, dan itu slah besar, inilah titik balik kesadaran kita bahwa negara kita adalah negara yg berpotensi menjadi negara maritim
2. Hal yg bisa menghambat indonesia menjadi poros maritim slah satunya adalah pemerataan ekonomi yg buruk di indonesia, sebagian besar designer kapal dari pulau jawa, sehingga pulau lain di indo menjadi tertinggal
3. Penghambat lainnya ialah birokrasi kita yg berbelit” dan tidak efisien
4. Sebenarnya kapal luar yg selama ini melewati selat malaka dan harus transit di singapura, harus dirubah,semua transit harus di indonesia.

Dilanjutkan pembicara kedua yaitu Ir. Pratomo sebagai PPNS Lecture juga membahas membahas beberapa poin penting tentang kapal:
1. Kapal di indonesia masih belum standart
2. ABK kemampuannya msih kurang
3. Untuk kapal barang, masih banyak container di indonesia yg tidak memenuhi standart
4. Sistem pelayaran di indonesia masih kurang efisien, dan merugikan pihak terkait.

Dan pembicara terakhir oleh Prof. Daniel M. Rosyid PhD, M.RINA sebagai DEKAN FTK ITS membahas tentang sistem hukum kelautan dan juga membawa beberapa poin penting:
1. Pelanggaran pelayaran di indonesia harus ditangani oleh badan kepolisisan maritim
2. Selama ini semua masalah di selesaikan oleh Menteri Susi Pudjiastuti ini tidak sesuai aturan perundang undangan
3. Selama ini badan kepolisian maritim tidak bekerja, mereka ada tapi seakan akan mereka sperti tidak ada.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

IKUTI KAMI DI

>> <<